Rahasia Tongkat Bung Karno

15 Feb

Oleh: Agus Prasetya

Hampir seluruh bangsa indonesia mengenal Ir. Soekarno atau yang dikenal dengan Bung Karno. Beliau adalah proklamator kemerdekaan sekaligus presiden pertama negara kita. Terlepas dari berbagai kontroversi tentang beliau, kita patut mengakui bahwa beliau adalah pemimpin yang sangat karismatik, berwibawa, dan disegani. Beliau banyak menyimpan misteri yang kadang oleh sebagian orang dihubungkan dengan mistis. Salah satunya adalah tongkat komando yang sering dibawa oleh bung Karno. Konon, tongkat ini terbuat dari kayu pucang kalak yang ada di Ponorogo. Banyak yang mengkaitkan tongkat ini dengan hal-hal yang bersifat mistis. Akan tetapi jelas saya tidak membahas kesaktian tongkat tersebut dari sisi mistis. Saya akan membahas kesaktian tongkat komando bung karno dari sisi psikologis.

Apa sejatinya yang menjadi rahasia di balik tingkat komando Bung Karno? Hanya Allah dan Bung Karno sendiri yang paling tahu. Akan tetapi, karena begitu seringnya tongkat ini dibawa oleh Bung Karno dalam berbagai kesempatan, maka cukup menarik untuk dianalisis. Dalam buku yang berjudul “Leadership Hypnosis” yang ditulis oleh Ridwan Raharjo disebutkan bahwa sebenarnya tongkat komando yang dibawa oleh Bung Karno memiliki pesan non verbal. Pesan non verbal tersebut secara psikologis ternyata memiliki muatan hipnosis yang cukup kuat. Dengan kata lain, tongkat tersebut memang sengaja digunakan untuk untuk mempengaruhi orang lain. Tapi pengaruh yang saya maksudkan adalah pengaruh psikologis yang bisa dinalar secara logis, bukan pengaruh yang ditimbulkan oleh efek mistis.

Bagaimana pengaruh dari tongkat tersebut bisa muncul? Sebagaimana yang saya sebutkan sebelumnya bahwa tongkat ini memiliki efek hipnosis jadi pengaruhnya pun hampir tidak pernah disadari oleh banyak orang, sebab yang dipengaruhi bukan pikiran sadarnya akan tetapi adalah pikiran bawah sadarnya. Tongkat yang dibawa oleh bung Karno merupakan tongkat komando yang biasa dibawa oleh para petinggi militer. Selain membawa tongkat, anda juga pasti tahu dalam banyak foto, bung karno sering mengenakan setelan jas berbau militer lengkap dengan atribut tanda jasa. Sampai disini tentunya anda sudah paham pesan apa yang ingin disampaiakan oleh bung karno. Dari hal-hal yang nampak secara visual tersebut, secara pikiran bawah sadar kita diberikan informasi bahwa bung Karno bukan orang sembarangan, beliau adalah komandan/pengendali militer. Dengan kondisi seperti itu, Secara pikiran bawah sadar kita diperintah untuk hormat dan patuh kepada bung Karno, sebab beliau memiliki kekuasaan.

Bung Karno berpenampilan seperti itu tidak hanya ketika berurusan dengan rakyatnya, akan tetapi juga ketika berurusan dengan negara lain. Dalam berbagai pertemuan dengan tokoh-tokoh negara lain, dengan sangat percaya diri bung Karno tetap mengenakan setelan jas berbau  militer lengkap dengan tongkat komandonya. Ini memberikan pesan bawah sadar kepada negara lain bahwa Indonesia memiliki militer yang kuat, sehingga mereka harus hati-hati dengan indonesia, termasuk dengan Bung Karno, sebab beliau adalah pengendali militernya. Kenapa harus militer yang ditonjolkan, bukan yang lain? ingat saudara, waktu itu adalah era militer (jaman perang) maka dari itu kekuatan negara dilambangkan dengan kekuatan militer. Sedangkan waktu itu indonesia baru berdiri, jadi agar tidak dipandang rendah oleh negara lain maka unsur kekuatan militer perlu ditonjolkan. Ini merupakan strategi yang sangat cerdas pada masa itu.

Selain itu, dalam istilah hipnosis ada yang namanya visual anchor, apakah itu visual anchor? Saya tidak akan membahas definisinya panjang lebar, intinya adalah sebuah kesan/perasaan tertentu yang timbul dari adanya efek visual (sesuatu yang dilihat). Contoh kalau anda melihat orang bertato, kesan apa yang muncul? Pasti anda menjawab preman. Kalau ada orang memakai sorban, berjenggot panjang, apa kesan yang muncul? Pasti antara dua hal ustadz atau teroris. Itulah contoh visual anchor, dapat dibentuk dan dapat diubah. Orang-orang anti islam telah berhasil membentuk visual anchor pada masyarakat tentang hal-hal yang berhubungan dengan islam. Jenggot panjang, wanita bercadar, tulisan kalimat tauhid, dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa tertentu sehingga hal-hal tersebut secara pikiran bawah sadar dianggap berhubungan dengan terorisme. Dan saya hanya ingin mengingatkan, jangan sampai kita tertipu dengan propaganda tersebut.

Kita kembali ke masalah visual anchor yang ditimbulkan oleh tongkat bung Karno. Sudah menjadi pengetahuan umum bagi orang indonesia khususnya orang jawa, dalam kisah-kisah dan legenda kuno akan ditemukan para tokoh-tokoh yang sakti. Tokoh-tokoh tersebut rata-rata memiliki gaman (pusaka andalan). Misalnya Arjuna dengan panah pasopati, ken Arok dengan keris empu gandringnya, dan Wiro Sableng dengan kampak maut naga geni 212, he.he..he. Maka dengan tongkat tersebut bung Karno hendak memberitahu kepada siapapun bahwa beliau adalah seorang tokoh yang bukan sembarang tokoh. Maka tidak heran ketika karismanya sangat kuat, sebab beliau begitu hebat dalam mempengaruhi orang lain, bukan hanya dari retorikanya tetapi juga dari penampilannya. Dan inilah salah satu penjelasan bung Karno terkait dengan tongkatnya ”…itu hanya kayu biasa yang aku gunakan sebagai bagian dari penampilanku sebagai Pemimpin dari sebuah negara besar” kata Bung Karno pada penulis Biografi-nya, Cindy Adams pada suatu saat di Istana Bogor. Bung Karno sendiri mengatakan bahwa tongkat tersebut adalah bagian dari penampilannya sebagai seorang presiden. Dengan penjelasan saya tersebut, tentunya pengakuan bung Karno sangat bisa diterima akal.

Sekarang pertanyaannya adalah, apa gunanya kita membahas ini panjang lebar? Tentunya pasti ada gunanya, sekarang kita telah memahami bahwa ternyata penampilan mampu memberikan efek psikologis terhadap pikiran sesorang. Maka dari itu, sudah saatnya kita memperbaiki penampilan sesuai dengan persepsi yang kita inginkan. Tapi kita perlu ingat, penampilan tetap harus diimbangi dengan tindakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>