Fokus

28 Aug

Oleh : Agus Prasetya

Saya teringat ketika dulu masih duduk di bangku Sekolah Dasar, saya memiliki sebuah mainan yang kala itu saya anggap cukup ajaib. Sebuah kaca yang berbentuk lingkaran dan mampu membakar kertas atau daun kering dengan bantuan sinar matahari. Benda itu adalah sebuah lensa cembung atau biasa disebut “Surya Kanta”. Alat tersebut  memiliki kemampuan untuk membakar karena ia mampu mengumpulkan sinar matahari dan memfokuskannya hanya pada satu titik, sehingga pada durasi waktu tertentu akan menimbulkan api.

Fokus, itulah yang menjadi rahasia dari alat tersebut. Dengan memfokuskan sinar matahari pada satu titik alat tersebut telah mampu menghasilkan kekuatan untuk melakukan pembakaran. Dengan adanya fokus, alat tersebut telah mampu mengumpulkan energi yang tercecer sehingga menghasilkan suatu kekuatan.

Kita barangkali sering merasa tidak berdaya dan tidak bersemangat serta kesulitan dalam mencapai sesuatu. Mungkin kita perlu introspeksi diri, sudahkah kita memfokuskan kekuatan kita sehingga mampu menghasilkan sebuah kekuatan besar dalam hidup? Allah SWT menciptakan hambanya dengan berbagai potensi yang besar. Akan tetapi kadang-kadang kita tidak memfokuskan kekuatan yang diberikan oleh Allah SWT sehingga belum mampu membakar semangat dan kemampuan kita. Fokus hanya bisa dilakukan pada satu titik, kita tidak bisa melakukan fokus pada dua titik sekaligus. Kalau kita fokus pada kelemahan maka kekuatan akan menjadi tak terlihat. Jika kita fokus pada hambatan maka tujuan akan menjadi terlupakan. Jika kita fokus pada kemaksiatan maka ketaatan akan tercampakkan.

Hambatan seringkali membuat fokus kita menjadi kabur. Kita menjadi tidak percaya diri dan putus harapan adalah karena fokus pada hambatan. Dengan fokus pada hambatan, maka adanya peluang akan menjadi kabur dan tidak terlihat. Akan tetapi ketika fokus kita pada tujuan yang akan dicapai maka akan mampu melihat berbagai peluang dan jalan keluar. Maka memfokuskan diri pada tujuan sangat penting untuk mencapai keberhasilan. Dengan fokus pada tujuan akan memberi optimismem yang tinggi kepada kita semua sehingga memunculkan kekuatan mental yang besar untuk menggapai tujuan tersebut.

Hidup adalah pilihan, dan kehidupan sangat dipengaruhi oleh fokus yang kita pilih. Seperti apa kita nanti tergantung pada fokus yang menjadi pilihan kita. Jika misalnya ada seorang pelajar yang ketika sekolah hanya fokus pacaran saja maka sudah akan bisa kita tebak hasilnya akan seperti apa. Karena fokus akan menghasilkan kekuatan dan mampu memberikan daya yang luar biasa dalam kehidupan. Jika seseorang fokus untuk melakukan kemaksiatan maka dia mudah untuk melakukan kemaksiatan dan dia akan selalu memiliki waktu untuk melakukannya. Begitu juga sebaliknya jika kita fokus pada ketaatan maka ketaatan akan begitu mudah untuk dilakukan. Ketika seseorang mengatakan tidak punya waktu untuk melakukan sesuatu maka sebenarnya dia belum memfokuskan pada sesuatu tersebut. Seandainya dia mau memfokuskan pada sesuatu tersebut, maka entah dari mana asalnya pasti ia akan menemukan waktu untuk melakukan hal tersebut.

Barangkali kita sering mendengar ada orang yang mengatakan bahwa islam tidak mungkin akan tegak kembali. Kejayaan islam yang pernah ada di muka bumi ini tidak mungkin bisa dikembalikan. Semua sudah berlalu dan jaman sudah berubah. Orang yang beranggapan seperti ini adalah orang yang salah fokus. Anggapan seperti itu seolah-olah benar dan cukup realistis, akan tetapi dengan adanya anggapan seperti itu menjadikan dia buta akan berbagai kemungkinan dan peluang yang ada. Orang seperti itu terlalu fokus pada hambatan dan kelemahan sehingga ia melupakan peluang. Padahal faktanya dalam surat An-Nur ayat 55 Allah SWT telah berjanji akan menjadikan umat muslim kembali berkuasa. Kalau dulu kejayaan islam pernah ada, maka sangat logis kalau dia akan ada kembali. Kalau membangun dari awal saja bisa maka logikanya mengembalikan keberadaannya pasti lebih bisa lagi. Akan tetapi bagaimana mengembalikannya dan dengan apa kejayaan islam akan dikembalikan tentu harus sesuai dengan prosedur yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Sebab beliau lah yang pertama mempelopori kejayaan islam melalui sebuah daulah (negara) islam yang berawal dari madinah. Dengan segala rintangan yang ada Rasulullah tetap yakin akan keberhasilan dakwah beliau sebab beliau tidak fokus pada hambatan yang ada. Akan tetapi beliau fokua pada pertolongan dan janji Allah SWT.

Sekarang seperti apa fokus kita adalah sebuah pilihan. Kita ingin fokus dunia atau fokus Akhirat juga merupakan pilihan. Akan tetapi perlu kita ingat bahwa dalam Surat Al-Qashash ayat 77 Allah telah memerintahkan kepada kita untuk fokus pada kebahagiaan negeri Akhirat. Dan kebahagiaan dunia hanya sekedar “jangan dilupakan”. Dengan kata lain kebahagiaan dunia harus tetap kita raih akan tetapi tidak menjadi fokus utama. Sebab, sebesar apapun kebahagiaan kita di dunia pasti dia akan meninggalkan kita, atau kita lah yang akan meninggalkannya akan tetapi kebahagiaan akhirat adalah kebahagiaan abadi.

Wallahu a’lam bi shawab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>